Menurut pendapat drs. Mochamad Zainuri, M.Si., dosen jurusan fisika, fakultas MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) ITS (Institute Sepuluh November Surabaya):
Dari segi fisik, sebenarnya arang mempunyai banyak rongga (porus) dibandingkan dengan kayu biasa. Rongga - rongga ini berukuran mikro ini hanya bisa dilihat dengan mikroskop. Sehingga jika disiram minyak tanah maka rongga yang membara tersebut dapat memicu kobaran api. Semakin banyak arang dan minyak tanah yang disiramkan, maka semakin besar kobaran api yang terjadi. Biasanya terjadi dengan letupan, karena adanya perubahan tekanan udara yang tiba - tiba.
Agar arang yang dibakar tak memicu kobaran api, Moh. Zainuri mempunyai tips. Pergunakan sedikit minyak tanah pada awal pembakaran arang. "Ketika bara sudah mulai terlihat, kita bisa menggunakan kipas untuk meratakan bara. Sebab sifat arang mudah sekali menghantarkan panas dan barang." tutur Zainuri.
Begitu bara mengecil, cukup menambahkan arang sedikit demi sedikit, bukan menambahkan lagi minyak tanah.
Fahriansyah, Executive Sous Chef Hotel Majapahit Surabaya, juga mempunyai beberapa tips agar aman saat memanggang.
Yang pertama pada saat persiapan menyalakan arang. Pilih dua atau tiga biji arang yang akan digunakan. Nyalakan dengan api kompor lalu pindahkan ke panggangan yang sudah disiapkan. Letakkan arang yang sudah menyala tersebut di bagian yang paling bawah. Setelah itu tumpuk dengan arang lain, dan mulai meratakan bara api dengan cara mengipasinya.
Memang butuh kesabaran jika bara api tidak cepat merata. "Boleh saja menggunakan minyak tanah tapi harus sedikit demi sedikit agar tidak terjadi kobaran api. Kalau kipas boleh manual ataupun kipas angin. Sesuaikan dengan kebutuhan. Kalau banyak, bolehlah pakai kipas angin," ucap Fahriansyah.
Saat bara api sudah menyala secara merata, sate siap dipanggang tanpa bumbu sampai setengah matang.Setelah itu panggang lagi dengan bumbu yang sudah disediakan. Tapi harus tetap hati-hati karena terkadang bumbu juga menyebabkan api membesar. Karena itu sesuaikan jarak antara arang dan daging yang dibakar. Jangan sampai daging menempel ke arang.
Pada saat memanggang harus memperhatikan arah angin. Usahakan agar tidak melawan angin segar agar terhindar dari asap, panas, api ataupun percikan arang. Posisi yang aman saat memanggang adalah berdiri dengan jarak telapak tangan dengan panggangan sekitar 30 cm. Kalau terjadi sesuatu kita bisa menghindar dengan cepat.
sumber : Tab. Nyata.
No comments:
Post a Comment