Tuesday, October 18, 2011

Health Corner - Manfaat Seledri & Peterseli

Dari berbagai kawasan dunia, seledri (celery) dan peterseli (parsley) selalu dihubungkan dengan sup sebagai salah satu bumbu. Karena aroma khas yang dihasilkan dari sayuran hijau yang dapat menambah cita rasa makanan. 


Namun apabila ditelusuri kembali, ternyata seledri dan peterseli sudah dimanfaatkan untuk kesehatan sejak ratusan tahun silam. 

Dengan makin seringnya seledri dan peterseli dikonsumsi makan akan lebih banyak peluang untuk mendapatkan supplement yang diperlukan oleh sel tubuh manusia. 


MANFAAT SELEDRI (CELERY)

Seledri telah digunakan bangsa Yunani sejak ratusan tahun silam untuk tujuan kesehatan. Nama latinnya Apium graveolens dari genus Apiaceae

Daunnya berwarna hijau dengan bentuk yang unik. Termasuk tanaman yang  mudah tumbuh pada berbagai kondisi tanah dan cuaca. 


Dari hasil penelitian ilmiah, terdapat kandungan protein, karbohibdrat, beberapa vitamin seperti vitamin A, B, C, serta mineral seperti asam folat, kalsium, natrium, fosfor, kalium, magnesium, zinc/ seng, besi, tembaga, mangan, selenium.  

Karena unsur lemaknya sangat rendah, sehingga cocok untuk mereka yang menjalani diet, dan kandungan seratnya yang banyak sangat baik untuk mengatasi gangguan lambung dan usus. Khususnya untuk fungsi lambung, seledri terbukti secara klinis dapat menurunkan kontraksi pada usus. 


Seledri juga mengandung senyawa yang dapat menyebabkan relaksasi pembuluh darah, sehingga dapat membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hypertension /  darah tinggi.

Keberadaan unsur Natrium dan kalium yang tinggi dapat menjaga keseimbangan jumlah natrium dan kalium dalam tubuh, sehingga menjadikan seledri bisa bekerja sebagai pelancar keluarnya air seni secara alami dan aman.


Fakta lain yang menarik, adalah ternyata biji dan akar seledri pun sudah lama digunakan untuk tujuan kesehatan. Di dalam biji yang berukuran 1,5 - 2 mm itu terkandung minyak atsiri yang dapat digunakan untuk parfum dan industri farmasi. 


Namun, kandungan senyawa bergapten pada bijinya bisa menyebabkan kulit menjadi bersifat sensitif bila terpampang sinar, oleh karena itu harus hati - hati saat menggunakan minyak seledri. Hasil studi menyebutkan minyak dan biji dalam jumlah banyak harus dihindari selama kehamilan, karena dapat merangsang kontraksi otot rahim. 



Pada penelitian dengan tikus, biji seledri mengandung senyawa phtalide yang terbukti mampu menurunkan tekanan darah. Sedangkan kandungan kalsiumnya sangat bagus dan cocok untuk menggantikan sumber kalsium dari hewani.





MANFAAT PETERSELI (PARSLEY)

Tanaman ini berasal dari daerah Mediterania yaitu Iran, Italia selatan, Tunisia dan Algeria. Paling bagus pertumbuhannya pada tanah lembab dan kering, serta sinar matahari yang menyengat dengan suhu 22 -30 derajat Celcius.

Peterseli dapat mudah dikenali melalui bentuk daun yang bergerombol dan berwarna hijau gelap. Dengan nama latin Petroselinum crispus suku Apiaceae. Tanaman ini lebih "bandel" daripada seledri, karena dapat tumbuh di daerah yang berbatu - batu sekalipun. Oleh karena itu dinamakan Petroselinum, yang artinya peterseli yang bandel.

Peterseli mengandung karbohidrat, sedikit lemak, dan protein. Vitamin B1, B2, B3, B5, vitamin C, vitamin K, serta mineral asam folat, kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, kalium, dan zink / seng.

Seperti halnya seledri,peterseli juga dapat meningkatkan kelancaran proses buang air kecil. Peterseli bisa meningkatkan pengeluaran natrium dan air serta penyerapan kalium.

Dari hasil penelitian menyatakan bahwa peterseli menyebabkan penyerapan unsur mangan (manganese) oleh sel tubuh manusia. Dimana hal ini baik sekali bagi proses pembentukan tulang.

Peterseli bisa dkonsumsi bersama makanan kaya kandungan unsur tembaga dan seng (zinc) seperti ikan dan biji - bijian (gandum, dll).

Peterseli juga tidak disarankan dikonsumsi dalam jumlah banyak, karena dikhawatirkan akan menyebabkan penguatan kontraksi otot rahim.

SEBAGAI ANTIOKSI 

Bukti ilmiah menunjukkan, bahwa daun seledri dan peterseli mengandung zat fenolik yang berkhasiat sebagai antioksidan.

Kandungan senyawa yang termasuk ke dalam golongan fenolik adalah flavonoid apigenin dan luteolin, coffeic acid dan ferulic acid.

Khasiat antioksidan yang ditimbulkan berhubungan erat dengan total zat kandungan fenolik. Oleh karena itu pilihlah jenis seledri dan peterseli yang bermutu agar dapat diperoleh manfaatnya.

Karena kekayaan zat kandungan dari seledri dan peterseli yang berlimpah. Bila dikonsumsi secara teratur dalam jumlah cukup, maka sel tubuh manusia tidak akan mengalami kekurangan unsur yang diperlukan untuk metabolisme sel. Sehingga kerusakan sel yang memicu terjadinya gangguan seperti tumor, kanker, dll dapat dihindari.


Tips :

Cara penggunaan yang paling mudah adalah menaburkan irisan daun seledri dan peterseli ke permukaan sup / salad. Cobalah juga mencampurkan potongan peterseli pada sandwich. Peterseli sering dipakai sebagai bahan pembuatan cairan kaldu agar memberikan rasa yang spesifik.

Khusus penderita hipertensi harus hati - hati apabila ingin mencoba menurunkan tekanan darah dengan minum rebusan daun seledri. Karena pada orang tertentu, akan terjadi penurunan darah yang drastis. Disarankan agar membuat rebusan seledri yang encer terlebih dahulu.


dari berbagai sumber

No comments:

Post a Comment