Saturday, October 22, 2011

Sekolah Terpencil Paling Berbahaya di Dunia






Murid di bagian terpencil di China harus menghadapi jalan yang mengerikan hanya untuk menghadiri sekolah, jalanan ini harus melintasi tebing yang tinggi dan curam, dengan jalur yang sangat sempit.

Sekolah yang terletak di desa Gulu, provinsi Sichuan, berada dilereng dan untuk mendaki ke arah sekolah membutuhkan waktu sekitar 5 jam. Sekolah dasar ini hanya memiliki satu guru dan sudah mengajar di sana selama 26 tahun.

Penduduk mengakui bahwa sekolah itu berbahaya bagi para murid, kareana lebar jalan setapak yang harus dilalui oleh para murid hanyalah sekiar setengah meter saja, dan ketinggiannya cukup menakutkan.

Sekolah yang ada memiliki lima gedung beton dan lapangan dengan papan bola basket, yang dibuat dari tiang kayu dan papan rusak. Tapi sampai sekarang murid2 dilarang melakukan tembakan ke arah tiang, karena jika meleset dan bolanya jatuh ke jurang, dibutuhkan waktu setengah hari buat mengambil bola itu.

Shen Qijun, 45, guru yang ada, berkali-kali ingin berhenti dari pekerjaan yang sudah dijalaninya selama 26 tahun ini. Tapi berkali-kali pula para penduduk menahannya, karena tidak ada orang lain yang mau mengajar anak2 di desa itu.

Shen mengajar Matematika dan Bahasa Cina, tapi kata Shen, selama 26 tahun ini hanya ada dua murid yang berhasil ke universitas, dan masalahnya hanya karena isolasi. Salah seorang relawan yang pernah mengajar di sekolah itu mengatakan: "Para murid bekerja keras sekali, tapi sama sekali mereka tidak pernah melihat komputer, mobil atau bahkan toilet duduk."

sumber : masuta-fenesia.blogspot


Thursday, October 20, 2011

Health Corner - Herbal untuk Mengatasi Gangguan Hormonal

Jarang orang yang mengetahui kadang kala gangguan kesehatan itu berasal dari gangguan hormonal yang serius.

Hormon adalah zat kimia yang dikeluarkan oleh kelenjar di dalam tubuh makhluk hidup dan langsung masuk ke dalam peredaran darah. Peran utamanya adalah untuk mengatur proses di dalam tubuh, agar dapat berjalan secara lancar sehingga keadaan sehat tetap terpelihara.

Misalnya saat menjelang haid bagi wanita. Berdasarkan pengalaman, kita menyadari bahwa penyebab utama timbulnya gangguan seperti nyeri, sakit kelapa, uring - uringan  sebelum menstruasi adalah karena perubahan beberapa kadar hormon wanita dalam darah. Sedangkan untuk penderita diabetes, yang terjadi adalah peningkatan kadar gula dalam darah akibat gangguan fungsi kelenjar hormon penghasil insulin, yaitu hormon pemecah gula. 

Kurangnya pemahaman akan faktor penyebab gangguan kesehatan itu, bukan tidak mungkin akan menyebabkan kesalahan saat memutuskan memilih tanaman obat untuk pengobatan. 

Beberapa herbal telah terbukti dapat memberi manfaat bagi pengendalian dan penyembuhan berbagai penyakit yang disebabkan disfungsi kelenjar hormon. 

Pengobatan Diabetes
Salah satu hormon yang penting dalam tubuh kita adalah insulin. Salah satu fungsinya adalah untuk mengendalikan kadar gula dalam darah.

Pada orang yang mengalami peningkatan kadar gula dalam darah akibat kerusakan kelenjar penghasil insulin, maka harus menyuntikkan insulin dari luar untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya.

Sedangkan untuk penderita diabetes tipe 2, yaitu tipe yang tidak bergantung pada insulin, maka kondisi kesehatannya dapat diperbaiki melalui diet makanan yang dapat menurunkan kadar gula darah dan konsumsi  obat-obatan penurun kadar gula darah.

Beberapa produk herbal tersebut bekerja dengan cara menghambat penyerapan gula dari saluran usus sehingga bisa mencegah meningkatnya kadar gula sehabis makan. 

Buah Pare
Dari dulu kita sudah sering mendengar kalau pare yang bernama ilmiah Momordica charantia ini bisa digunakan untuk mencegah diabetes. 

Dengan didukung oleh berbagai penelitian, bahkan di Filipina pernah dicoba menyuntikkan sari buah pare sebagai terapi tambahan pada penderita diabetes. Sebuah studi terhadap pare, membuktikan bahwa penderita kencing manis yang mengkonsumsi pare hanya memerlukan obat dokter dosis kecil saja untuk mengontrol kadar gula dalam darahnya. 

Buah pare yang pahit ini ternyata mengandung beberapa senyawa aktif yaitu momordikosida, momordisin, kukurbitan, alfa, beta, dan gamma momorkarin. Sehingga tidak mengherankan bila dari berbagai studi ilmiah menunjukkan efek pare selain penurun kadar gula darah pada penderita, juga terdapat data tentang pemakaiannya untuk mengobati asma, infeksi kulit dan tekanan darah tinggi. 

Namun khusus untuk wanita hamil, tidak disarankan mengkonsumsi pare dalam jumlah berlebihan, karena beresiko terjadinya keguguran. 

Hormon Fitoesterogen dan Kacang Kedelai
Esterogen adalah hormon yang sangat penting bagi wanita. Apabila ada gangguan keseimbangan kadarnya di dalam darah, maka bisa menyebabkan bermacam penyakit. Dari yang ringan seperti sakit kepala sampai berat seperti kanker dsb. 

Kita dapat menjumpai berbagai jenis tanaman yang mengandung senyawa estrogenik. Bukti melalui berbagai penelitian menghasilkan dugaan yang kuat bahwa senyawa itu bekerja seperti hormon estrogen. Contohnya seperti kacang - kacangan. Saat ini sudah diketahui berbagai golongan senyawa fitoestrogen, yaitu isoflavon, kumestan, lognan dll. 

Fungsi dari fitoestrogen di dalam tubuh memberikan berbagai manfaat bagi pria dan wanita. Misalnya menurunkan angka kejadian gangguan prostat dan simptom menopause. 


Kedelai adalah salah satu tanaman yang diketahui mengandung dua tipe senyawa fitoestrogen yaitu isoflavon dan kumestan.


Isoflavon dalaam kedelai adalah genistein, daidzein, ononin dan isoformonotin. Selain itu juga mengandung minyak yang tersusun atas asam linoleat dan linolenat. Juga golongan fitosterol, yaitu beta sistosterol dan stigmasterol.

Pada sebuah studi klinik menunjukkan, bahwa mengkonsumsi makanan kedelai akan menurunkan resiko terjadinya kerapuhan tulang dan penyakit pembuluh darah pada wanita menopause. 


Wanita dan pria yang mengkonsumsi produk makanan kedelai dalam takaran tinggi dikatakan dapat mengalami perbaikan pada kemampuan memori otak.
Walaupun sampai saat ini kedelai tetap dinyatakan aman dan tidak toksik, namun penelitian masih tetap dilakukan untuk menguak secara lebih jauh manfaat dan cara kerja kedelai. 

Red Clover
Red clover adalah tanaman yang bernama ilmiah Trifolium pretense dari suku Fabaceae. Daun tanaman ini sangat dikenal pemakaiannya untuk tujuan kesehatan di hampir semua bagian dunia. Karena tidak tumbuh di Indonesia, maka bangsa kita masih belum banyak yang memanfaatkannya.


Kandungan utama daunnya adalah fitoesotrogen, yaitu isoflavon dan kumestan. Kandungan isoflavon adalah genistein, afrormosin, biokanin A, daidzein, formononetin, pratensein, kalikonin, sedangkan kumestan adalah kumestrol dan medikagol.


Secara tradisional, Red clover dipakai untuk mengobati gangguan kulit, seperti eksema dan psoriasis. Namun sekarang sudah banyak digunakan sebagai sumber isoflavon. 










Sumber : Dr Mangestuti, Apt., Ms (Tab.Nyata)








Wednesday, October 19, 2011

15 Hair Care Myths - The Truth and The Lies

Everyone has a favorite myth about hair care -- and we usually never let the truth get in the way of a good legend! This article examines some of the most widely known myths -- and the reality behind them.

1. Excessive washing of hair causes hair loss/dryness.
FALSE: Frequency of washing does not harm hair. Wash it as often as you like, although the recommendation is three times a week. The right shampoo for your hair type and texture will actually add moisture, body and beauty to your hair.

2. More shampoo = cleaner hair.
FALSE: Do not waste your shampoo! A dollop of shampoo, about the size of a quarter, is usually enough for long hair. Very long hair may take a little more.

3. Conditioner helps repair split ends.
FALSE: No conditioner can "repair" damaged hair. What it can do is to smooth down the cuticle and make hair seem in better condition. A good conditioner can also prevent damage from occurring in the first place.

4. Blow-drying produces hair loss.
FALSE: Blow-drying can damage, burn or dry hair, which can cause it to fall, but the hair will grow back immediately. This is not permanent hair loss.

5. Sleeping with wet hair causes scalp fungus.
FALSE: Scalp or fungal diseases cannot be caught from sleeping with wet scalps. Scalp infections require prior involvement with infected sources such as humans, tainted hair care tools or animals. Scalp fungus (tinea capitis) mainly affects children, whose immune systems make them more susceptible to skin infections.

6. To get your hair to grow, brush 100 strokes each day.
FALSE: Brushing that much can damage the hair cuticle. NOT recommended! Actually, your hair reacts better to a comb than a brush. Brushing it will only lead to split ends and hair breakage.

7. Sharing combs and brushes can spread scalp diseases.
TRUE: Lice and other parasites can be transported from scalp to scalp through the sharing of combs, brushes and other hair care tools.

8. Cutting hair makes it grow faster and/or thicker.
FALSE: This common misconception comes from the fact that hair is thicker at the base than it is at the tip, so shorter hair appears thicker at first. Cutting your hair does not affect its normal biologically determined growth rate or overall texture. Thin, limp or fine hair will not ever grow thicker in response to a haircut. Plump up your hair by using volume enhancing hair care products, experimenting with a hair fattening blunt cut or getting a texturizing perm or color treatment.

9. Color treatment causes hair loss.
FALSE: Most hair coloring products contain chemicals that can do serious harm to the hair itself if not properly used, but it wont instigate hair loss.
9. Color treatment causes hair loss.
FALSE: Most hair coloring products contain chemicals that can do serious harm to the hair itself if not properly used, but it wont instigate hair loss.

10. Salon products are identical to drugstore products.
FALSE: Although there are exceptions, salon products generally contain higher quality, more expensive ingredients that are designed to consistently provide more intensive cleansing, moisturizing and conditioning results. The quality ingredients found in salon products are not usually found in drugstore brands. If in doubt, read the labels.

11. Long sun exposure favors hair loss.
FALSE: Your hair acts as a shield against the sun. Hair loss appears at the follicle level and so the sun would have to penetrate at this depth to do any damage.

12. Diet is related to hair loss.
TRUE: it's important to eat right in order to be generally healthy. However, no individual food has been proven to be beneficial or detrimental to hair.

13. Stress causes hair loss.
TRUE: Severe stress (e.g. surgery or a death in the family) can shut down hair production, causing temporary hair loss (alopecia areata). The scalp usually recuperates, though, and hair grows back.
14. Wearing tight braids, ponytails or buns causes baldness.
TRUE: Traction alopecia is a very real hair loss condition that is quite common amongst older African American women. It results from wearing tight ponytails, cornrows or buns over an extended period of time. Over time, hair breakage or loss as the result of tight, stressed styles, can become permanent. Avoid this potential problem by opting for looser styles that minimize scalp tension.

15. Smoking causes gray hair.
TRUE: According to J. G. Mosley of the Leigh Infirmary in Lancashire, England smokers are four times more likely to have gray hair than non-smokers (Science News, January 11, 1997). Even worse, smoking has been conclusively linked to accelerated hair loss.

SUMMARY
Heard another myth about hair? Do your research -- ask an expert! This doesn't include your grandmother, best friend or local barmaid. Instead, talk to an experienced hairdresser or a trichologist. Always get the real facts before you act on any hair myths. You owe it to your hair.

credit to : Atul A. (via hotmail)



Bayi dikubur hidup - hidup tapi masih bisa selamat



Atas kebesaran Tuhan,  walaupun bayi ini sudah dikubur 24 jam, tapi dia masih tetap hidup...
Baru saja lahir, sudah harus merasakan kejamnya dunia.



Tuesday, October 18, 2011

Health Corner - Manfaat Seledri & Peterseli

Dari berbagai kawasan dunia, seledri (celery) dan peterseli (parsley) selalu dihubungkan dengan sup sebagai salah satu bumbu. Karena aroma khas yang dihasilkan dari sayuran hijau yang dapat menambah cita rasa makanan. 


Namun apabila ditelusuri kembali, ternyata seledri dan peterseli sudah dimanfaatkan untuk kesehatan sejak ratusan tahun silam. 

Dengan makin seringnya seledri dan peterseli dikonsumsi makan akan lebih banyak peluang untuk mendapatkan supplement yang diperlukan oleh sel tubuh manusia. 


MANFAAT SELEDRI (CELERY)

Seledri telah digunakan bangsa Yunani sejak ratusan tahun silam untuk tujuan kesehatan. Nama latinnya Apium graveolens dari genus Apiaceae

Daunnya berwarna hijau dengan bentuk yang unik. Termasuk tanaman yang  mudah tumbuh pada berbagai kondisi tanah dan cuaca. 


Dari hasil penelitian ilmiah, terdapat kandungan protein, karbohibdrat, beberapa vitamin seperti vitamin A, B, C, serta mineral seperti asam folat, kalsium, natrium, fosfor, kalium, magnesium, zinc/ seng, besi, tembaga, mangan, selenium.  

Karena unsur lemaknya sangat rendah, sehingga cocok untuk mereka yang menjalani diet, dan kandungan seratnya yang banyak sangat baik untuk mengatasi gangguan lambung dan usus. Khususnya untuk fungsi lambung, seledri terbukti secara klinis dapat menurunkan kontraksi pada usus. 


Seledri juga mengandung senyawa yang dapat menyebabkan relaksasi pembuluh darah, sehingga dapat membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hypertension /  darah tinggi.

Keberadaan unsur Natrium dan kalium yang tinggi dapat menjaga keseimbangan jumlah natrium dan kalium dalam tubuh, sehingga menjadikan seledri bisa bekerja sebagai pelancar keluarnya air seni secara alami dan aman.


Fakta lain yang menarik, adalah ternyata biji dan akar seledri pun sudah lama digunakan untuk tujuan kesehatan. Di dalam biji yang berukuran 1,5 - 2 mm itu terkandung minyak atsiri yang dapat digunakan untuk parfum dan industri farmasi. 


Namun, kandungan senyawa bergapten pada bijinya bisa menyebabkan kulit menjadi bersifat sensitif bila terpampang sinar, oleh karena itu harus hati - hati saat menggunakan minyak seledri. Hasil studi menyebutkan minyak dan biji dalam jumlah banyak harus dihindari selama kehamilan, karena dapat merangsang kontraksi otot rahim. 



Pada penelitian dengan tikus, biji seledri mengandung senyawa phtalide yang terbukti mampu menurunkan tekanan darah. Sedangkan kandungan kalsiumnya sangat bagus dan cocok untuk menggantikan sumber kalsium dari hewani.





MANFAAT PETERSELI (PARSLEY)

Tanaman ini berasal dari daerah Mediterania yaitu Iran, Italia selatan, Tunisia dan Algeria. Paling bagus pertumbuhannya pada tanah lembab dan kering, serta sinar matahari yang menyengat dengan suhu 22 -30 derajat Celcius.

Peterseli dapat mudah dikenali melalui bentuk daun yang bergerombol dan berwarna hijau gelap. Dengan nama latin Petroselinum crispus suku Apiaceae. Tanaman ini lebih "bandel" daripada seledri, karena dapat tumbuh di daerah yang berbatu - batu sekalipun. Oleh karena itu dinamakan Petroselinum, yang artinya peterseli yang bandel.

Peterseli mengandung karbohidrat, sedikit lemak, dan protein. Vitamin B1, B2, B3, B5, vitamin C, vitamin K, serta mineral asam folat, kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, kalium, dan zink / seng.

Seperti halnya seledri,peterseli juga dapat meningkatkan kelancaran proses buang air kecil. Peterseli bisa meningkatkan pengeluaran natrium dan air serta penyerapan kalium.

Dari hasil penelitian menyatakan bahwa peterseli menyebabkan penyerapan unsur mangan (manganese) oleh sel tubuh manusia. Dimana hal ini baik sekali bagi proses pembentukan tulang.

Peterseli bisa dkonsumsi bersama makanan kaya kandungan unsur tembaga dan seng (zinc) seperti ikan dan biji - bijian (gandum, dll).

Peterseli juga tidak disarankan dikonsumsi dalam jumlah banyak, karena dikhawatirkan akan menyebabkan penguatan kontraksi otot rahim.

SEBAGAI ANTIOKSI 

Bukti ilmiah menunjukkan, bahwa daun seledri dan peterseli mengandung zat fenolik yang berkhasiat sebagai antioksidan.

Kandungan senyawa yang termasuk ke dalam golongan fenolik adalah flavonoid apigenin dan luteolin, coffeic acid dan ferulic acid.

Khasiat antioksidan yang ditimbulkan berhubungan erat dengan total zat kandungan fenolik. Oleh karena itu pilihlah jenis seledri dan peterseli yang bermutu agar dapat diperoleh manfaatnya.

Karena kekayaan zat kandungan dari seledri dan peterseli yang berlimpah. Bila dikonsumsi secara teratur dalam jumlah cukup, maka sel tubuh manusia tidak akan mengalami kekurangan unsur yang diperlukan untuk metabolisme sel. Sehingga kerusakan sel yang memicu terjadinya gangguan seperti tumor, kanker, dll dapat dihindari.


Tips :

Cara penggunaan yang paling mudah adalah menaburkan irisan daun seledri dan peterseli ke permukaan sup / salad. Cobalah juga mencampurkan potongan peterseli pada sandwich. Peterseli sering dipakai sebagai bahan pembuatan cairan kaldu agar memberikan rasa yang spesifik.

Khusus penderita hipertensi harus hati - hati apabila ingin mencoba menurunkan tekanan darah dengan minum rebusan daun seledri. Karena pada orang tertentu, akan terjadi penurunan darah yang drastis. Disarankan agar membuat rebusan seledri yang encer terlebih dahulu.


dari berbagai sumber