Jarang orang yang mengetahui kadang kala gangguan kesehatan itu berasal dari gangguan hormonal yang serius.
Hormon adalah zat kimia yang dikeluarkan oleh kelenjar di dalam tubuh makhluk hidup dan langsung masuk ke dalam peredaran darah. Peran utamanya adalah untuk mengatur proses di dalam tubuh, agar dapat berjalan secara lancar sehingga keadaan sehat tetap terpelihara.
Misalnya saat menjelang haid bagi wanita. Berdasarkan pengalaman, kita menyadari bahwa penyebab utama timbulnya gangguan seperti nyeri, sakit kelapa, uring - uringan sebelum menstruasi adalah karena perubahan beberapa kadar hormon wanita dalam darah. Sedangkan untuk penderita diabetes, yang terjadi adalah peningkatan kadar gula dalam darah akibat gangguan fungsi kelenjar hormon penghasil insulin, yaitu hormon pemecah gula.
Kurangnya pemahaman akan faktor penyebab gangguan kesehatan itu, bukan tidak mungkin akan menyebabkan kesalahan saat memutuskan memilih tanaman obat untuk pengobatan.
Beberapa herbal telah terbukti dapat memberi manfaat bagi pengendalian dan penyembuhan berbagai penyakit yang disebabkan disfungsi kelenjar hormon.
Pengobatan Diabetes
Salah satu hormon yang penting dalam tubuh kita adalah insulin. Salah satu fungsinya adalah untuk mengendalikan kadar gula dalam darah.
Pada orang yang mengalami peningkatan kadar gula dalam darah akibat kerusakan kelenjar penghasil insulin, maka harus menyuntikkan insulin dari luar untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya.
Sedangkan untuk penderita diabetes tipe 2, yaitu tipe yang tidak bergantung pada insulin, maka kondisi kesehatannya dapat diperbaiki melalui diet makanan yang dapat menurunkan kadar gula darah dan konsumsi obat-obatan penurun kadar gula darah.
Beberapa produk herbal tersebut bekerja dengan cara menghambat penyerapan gula dari saluran usus sehingga bisa mencegah meningkatnya kadar gula sehabis makan.
Buah Pare
Dari dulu kita sudah sering mendengar kalau pare yang bernama ilmiah Momordica charantia ini bisa digunakan untuk mencegah diabetes.
Dengan didukung oleh berbagai penelitian, bahkan di Filipina pernah dicoba menyuntikkan sari buah pare sebagai terapi tambahan pada penderita diabetes. Sebuah studi terhadap pare, membuktikan bahwa penderita kencing manis yang mengkonsumsi pare hanya memerlukan obat dokter dosis kecil saja untuk mengontrol kadar gula dalam darahnya.
Buah pare yang pahit ini ternyata mengandung beberapa senyawa aktif yaitu momordikosida, momordisin, kukurbitan, alfa, beta, dan gamma momorkarin. Sehingga tidak mengherankan bila dari berbagai studi ilmiah menunjukkan efek pare selain penurun kadar gula darah pada penderita, juga terdapat data tentang pemakaiannya untuk mengobati asma, infeksi kulit dan tekanan darah tinggi.
Namun khusus untuk wanita hamil, tidak disarankan mengkonsumsi pare dalam jumlah berlebihan, karena beresiko terjadinya keguguran.
Hormon Fitoesterogen dan Kacang Kedelai
Esterogen adalah hormon yang sangat penting bagi wanita. Apabila ada gangguan keseimbangan kadarnya di dalam darah, maka bisa menyebabkan bermacam penyakit. Dari yang ringan seperti sakit kepala sampai berat seperti kanker dsb.
Kita dapat menjumpai berbagai jenis tanaman yang mengandung senyawa estrogenik. Bukti melalui berbagai penelitian menghasilkan dugaan yang kuat bahwa senyawa itu bekerja seperti hormon estrogen. Contohnya seperti kacang - kacangan. Saat ini sudah diketahui berbagai golongan senyawa fitoestrogen, yaitu isoflavon, kumestan, lognan dll.
Fungsi dari fitoestrogen di dalam tubuh memberikan berbagai manfaat bagi pria dan wanita. Misalnya menurunkan angka kejadian gangguan prostat dan simptom menopause.
Kedelai adalah salah satu tanaman yang diketahui mengandung dua tipe senyawa fitoestrogen yaitu isoflavon dan kumestan.
Isoflavon dalaam kedelai adalah genistein, daidzein, ononin dan isoformonotin. Selain itu juga mengandung minyak yang tersusun atas asam linoleat dan linolenat. Juga golongan fitosterol, yaitu beta sistosterol dan stigmasterol.
Pada sebuah studi klinik menunjukkan, bahwa mengkonsumsi makanan kedelai akan menurunkan resiko terjadinya kerapuhan tulang dan penyakit pembuluh darah pada wanita menopause.
Wanita dan pria yang mengkonsumsi produk makanan kedelai dalam takaran tinggi dikatakan dapat mengalami perbaikan pada kemampuan memori otak.
Kita dapat menjumpai berbagai jenis tanaman yang mengandung senyawa estrogenik. Bukti melalui berbagai penelitian menghasilkan dugaan yang kuat bahwa senyawa itu bekerja seperti hormon estrogen. Contohnya seperti kacang - kacangan. Saat ini sudah diketahui berbagai golongan senyawa fitoestrogen, yaitu isoflavon, kumestan, lognan dll.
Fungsi dari fitoestrogen di dalam tubuh memberikan berbagai manfaat bagi pria dan wanita. Misalnya menurunkan angka kejadian gangguan prostat dan simptom menopause.
Kedelai adalah salah satu tanaman yang diketahui mengandung dua tipe senyawa fitoestrogen yaitu isoflavon dan kumestan.
Isoflavon dalaam kedelai adalah genistein, daidzein, ononin dan isoformonotin. Selain itu juga mengandung minyak yang tersusun atas asam linoleat dan linolenat. Juga golongan fitosterol, yaitu beta sistosterol dan stigmasterol.
Pada sebuah studi klinik menunjukkan, bahwa mengkonsumsi makanan kedelai akan menurunkan resiko terjadinya kerapuhan tulang dan penyakit pembuluh darah pada wanita menopause.
Wanita dan pria yang mengkonsumsi produk makanan kedelai dalam takaran tinggi dikatakan dapat mengalami perbaikan pada kemampuan memori otak.
Walaupun sampai saat ini kedelai tetap dinyatakan aman dan tidak toksik, namun penelitian masih tetap dilakukan untuk menguak secara lebih jauh manfaat dan cara kerja kedelai.
Red Clover
Red Clover
Red clover adalah tanaman yang bernama ilmiah Trifolium pretense dari suku Fabaceae. Daun tanaman ini sangat dikenal pemakaiannya untuk tujuan kesehatan di hampir semua bagian dunia. Karena tidak tumbuh di Indonesia, maka bangsa kita masih belum banyak yang memanfaatkannya.
Kandungan utama daunnya adalah fitoesotrogen, yaitu isoflavon dan kumestan. Kandungan isoflavon adalah genistein, afrormosin, biokanin A, daidzein, formononetin, pratensein, kalikonin, sedangkan kumestan adalah kumestrol dan medikagol.
Secara tradisional, Red clover dipakai untuk mengobati gangguan kulit, seperti eksema dan psoriasis. Namun sekarang sudah banyak digunakan sebagai sumber isoflavon.
Sumber : Dr Mangestuti, Apt., Ms (Tab.Nyata)
No comments:
Post a Comment